Aku berserah diri pada rindu
Dalam senandung malam yg syahdu
Di bawah titik-titik cahaya purba yg beradu
Diantara ramainya sepi ditelingaku
Sendiri begitu ramai dipikirku
Mengganggu sunyinya syukurku
Penuh keluh aku beradu
Tundukku pada sang rindu
Aku berteriak, aku merindukanmu
Agar rumput tahu
Agar angin tahu
Agar kau pun tahu
Ini bukan sekedar cinta yg semu
Bukan cinta berdasar hawa nafsu
Bukan cinta dg komitmen lesu
Bukan cinta dalam sebatas ucapan I love you
Namun, untuk apa aku mengungkap isi kalbu
Aku tahan untuk beberapa waktu
Tak ku ucap sehingga aku membisu
Agar tetap menjadi rahasia sepertiga malamku, dan Tuhanku
Tenang saja, aku sebut namamu dalam doaku
Aku merindumu setiap antara sujud-sujudku
Meski aku belum mengetahui siapa namamu
Meski aku belum mengetahui siapa dirimu
Tampilkan postingan dengan label doa malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa malam. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Oktober 2015
Senin, 19 Mei 2014
aku, kamu, kita, mereka dan Tuhan
Mungkin saja kau pernah
Kau berdiri tanpa suatu arti
Berusaha menyingkap cinta yang punah
Dalam kelam yang telah mati
Mungkin saja kau pernah
Duduk dan merenung dalam dimensi diri
Teruntuk suatu harap yang kau gantung tinggi
Lalu kau akan bersujud
Berdoa berteman dengung malam
Kesunyian pembawa khusyuk mewujud
Penghasut harap lebih mendalam
Kau bercerita kepada Tuhan
Kau berkeluh kesah pada-Nya
Kau menyakinkan keyakinan
Kau "sementara" dekat pada-Nya
Kau menghambakan diri sehamba-hambanya
Kau menuhankan Tuhan seTuhan-Tuhannya
Kau merasa kecil kau merasa tiada daya upaya
Kau yang menjadi daun takdir terombang-ambing dunia
kau disini bisalah kamu atau mereka
kau disini bisalah aku atau kita
kamu, aku, kita, dan mereka adalah manusia
hakikat manusia tiada berbeda
kita hanyalah sebuah ciptaan yang Kuasa
tiada berbeda akan hadap-Nya
tetapi Tuhan tiada menjadikan kita korban takdir semata
Tuhan kuasa merubahnya jika kita konsisten berusaha
Tiada harus kita merasa malu menghamba
karena semua yang berTuhan menghamba
dan Tuhan bukanlah sebatas konsepsi kekuasaan terbesar semata
Tuhan sebenar-benarnya kebenaran Maha mendengar, melihat, bijaksana, kuasa, dan segala-galanya
Langganan:
Postingan (Atom)
