Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2017

Tuhan yang Maha Paling

dan dalam sesembahannya masing-masing, kita mendekat kepada Tuhan kita masing-masing.
lalu kenapa sebagian dr kita pusing-pusing untuk membuat yang beda jadi asing?

menjadikan yang lainnya asing, mungkin agar mereka menjadi yang paling.
tak apa merasa paling, asal itu tak membuatmu mengejar dan memperlakukan yang lainnya seakan maling.

karena menjadi tak penting untuk memperdebatkan mana yang paling. hanya bikin pusing tujuh keliling.

Tuhan yang Maha paling, itulah yang terpenting. lebih baik kita saling sibuk menuhankan Tuhan kita masing-masing, tanpa saling teriak maling apalagi saling membanting. lalu setelah itu, jangan lupa tetap menjadi manusia yang tidak sinting. yaaa saling sapa, saling menghargai, saling megasihi, tak mempertebal dinding justru saling mencintai dalam hening dan hidup harmonis dalam bising.

Jumat, 11 November 2016

-WUDHU DAN SHALAT, ROMANSA DI BALIK PERIBADAHAN-



biarkan aku menjadi shubuh. meskipun banyak orang yang meninggalkannya tetapi mereka yang mendatanginya penuh kesungguhan dan perjuangan.
biarkan aku menjadi dhuhur. meskipun banyak orang yang melewatkannya tetapi mereka yang menyempatkannya penuh pengorbanan meski sibuk dirinya sedang memeluk erat.
biarkan aku menjadi ashar. meskipun banyak orang yang menyisihkannya tetapi mereka yang memenuhinya penuh kerelaan  disela-sela lelah yang membanting tubuhnya.
biarkan aku menjadi maghrib. meskipun banyak orang yang menenggelamkannya tetapi mereka yang menerbitkannya penuh semangat menghadap kepada Tuhannya.
biarkan aku menjadi isya. meskipun banyak orang yang melupakannya tetapi mereka yang mengingatnya penuh perhatian terhadap penghambaan.
dan lalu
biarkan aku menjadi sepertiga malam. meskipun banyak orang yang tidur disaatnya tetapi mereka yang menegakkan penuh kepasrahan kepada yang Kuasa dan keberserahan akan pintanya.

maka jadilah dirimu wahai kekasih sebagai wudhu, yang akan selalu menjadi awalan dariku dan membersamaiku hingga masing-masing akhir waktu. yang menjedakan kita hanya dunia, akhirat akan selalu membuat kita kembali bersama. khusyukku bukan untukmu tapi kamu bagian dari itu, membersamai menuju Ruang Tuhan yang sama

Sabtu, 10 Oktober 2015

Rahasia Sepertiga Malamku dan Tuhanku

Aku berserah diri pada rindu
Dalam senandung malam yg syahdu
Di bawah titik-titik cahaya purba yg beradu
Diantara ramainya sepi ditelingaku
Sendiri begitu ramai dipikirku
Mengganggu sunyinya syukurku
Penuh keluh aku beradu
Tundukku pada sang rindu
Aku berteriak, aku merindukanmu
Agar rumput tahu
Agar angin tahu
Agar kau pun tahu
Ini bukan sekedar cinta yg semu
Bukan cinta berdasar hawa nafsu
Bukan cinta dg komitmen lesu
Bukan cinta dalam sebatas ucapan I love you
Namun, untuk apa aku mengungkap isi kalbu
Aku tahan untuk beberapa waktu
Tak ku ucap sehingga aku membisu
Agar tetap menjadi rahasia sepertiga malamku, dan Tuhanku
Tenang saja, aku sebut namamu dalam doaku
Aku merindumu setiap antara sujud-sujudku
Meski aku belum mengetahui siapa namamu
Meski aku belum mengetahui siapa dirimu

Senin, 26 Mei 2014

jauh

aku sedang jauh
dari cinta yang begitu sejati adanya
tiada pencerah pada hati yang semakin jenuh
dan lalu semakin menjauh aku dari-Nya

semakin aku tiada sadar
semakin jauh ternyata
semakin terbiasa pula terasa
padahal ini tentang Dia

Dia selalu ada tanpa kita minta ada
Dia yang menjadi sebab akan adanya sesuatu yg ada
Dia yang maha bijaksana dalam segala ketidakbijaksanaan kita
Dia yang berbeda dari kita ciptaan-Nya

Kenapa terkadang ada rasa nyaman di dada ?
padahal kita sedang jauh dengan pencipta ?
apakah setan akan selalu kita persalahkan ?
benarkah ini bukan karena kita yang menjauhkan ?

aaaaaaaaaaaaah
aku terlalu sibuk bertanya mengapa
sementara waktu semakin habis mengkikis kisah
yang seharusnya aku menyegerakan untuk bertaubat saja


Senin, 19 Mei 2014

aku, kamu, kita, mereka dan Tuhan

Mungkin saja kau pernah
Kau berdiri tanpa suatu arti
Berusaha menyingkap cinta yang punah
Dalam kelam yang telah mati

Mungkin saja kau pernah
Duduk dan merenung dalam dimensi diri
Memvisualisasikan segala ilusi gundah
Teruntuk suatu harap yang kau gantung tinggi

Lalu kau akan bersujud
Berdoa berteman dengung malam
Kesunyian pembawa khusyuk mewujud
Penghasut harap lebih mendalam

Kau bercerita kepada Tuhan
Kau berkeluh kesah pada-Nya
Kau menyakinkan keyakinan
Kau "sementara" dekat pada-Nya

Kau menghambakan diri sehamba-hambanya
Kau menuhankan Tuhan seTuhan-Tuhannya
Kau merasa kecil kau merasa tiada daya upaya
Kau yang menjadi daun takdir terombang-ambing dunia

kau disini bisalah kamu atau mereka
kau disini bisalah aku atau kita
kamu, aku, kita, dan mereka adalah manusia
hakikat manusia tiada berbeda 

kita hanyalah sebuah ciptaan yang Kuasa
tiada berbeda akan hadap-Nya
tetapi Tuhan tiada menjadikan kita korban takdir semata
Tuhan kuasa merubahnya jika kita konsisten berusaha

Tiada harus kita merasa malu menghamba
karena semua yang berTuhan menghamba
dan Tuhan bukanlah sebatas konsepsi kekuasaan terbesar semata
Tuhan sebenar-benarnya kebenaran Maha mendengar, melihat, bijaksana, kuasa, dan segala-galanya