Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

aku kemarin, kamu hari ini dan esok

Bisa jadi aku embun bagi dirimu matahari
Aku hadir dalam sunyi
Lalu pergi
Sebelum kau menyadari

Bisa jadi aku matahari bagi dirimu pagi
Aku hadir setiap hari
Tak peduli kau menyadari
Atau tidak menyadari karena awan mendung menutupi

Bisa jadi aku pagi bagi dirimu siang
Aku hadir menyemangati
Entah iya atau tidak kau hidupi
Karena terkadang kau tertidur lagi 

Bisa jadi aku siang bagi dirimu sore
Aku hadir menghidupi
Entah kau mengetahui
Karena lebih sering kau sedang sibuk hidup sendiri

Bisa jadi aku sore bagi dirimu senja
Aku hadir mengajak pulang
Entah tak peduli akan dijawab bagaimana
Karena lebih sering kau tetiba hilang

Bisa jadi aku senja bagimu malam
Aku hadir menawarkan keindahan
Entah kamu menikmatinya atau enggan
Bagaimanapun akhirnya aku juga akan terbenam

Bisa jadi aku malam bagimu jiwa yang lelah
Aku hadri menawarkan istirahat dan tempat merebah
Entah kau lelah karena apa atau siapa
Karena lebih sering aku pun kau tinggal tidur pulas begitu saja

bisa jadi aku bukan siapa-siapa
bagi dirimu yang aku anggap tidak biasa
karena pada akhirnya aku selalu menjadi kemarinmu
disaat dirimu selalu aku jadikan hari ini dan esok bagiku 




Jumat, 03 Februari 2017

Tuhan yang Maha Paling

dan dalam sesembahannya masing-masing, kita mendekat kepada Tuhan kita masing-masing.
lalu kenapa sebagian dr kita pusing-pusing untuk membuat yang beda jadi asing?

menjadikan yang lainnya asing, mungkin agar mereka menjadi yang paling.
tak apa merasa paling, asal itu tak membuatmu mengejar dan memperlakukan yang lainnya seakan maling.

karena menjadi tak penting untuk memperdebatkan mana yang paling. hanya bikin pusing tujuh keliling.

Tuhan yang Maha paling, itulah yang terpenting. lebih baik kita saling sibuk menuhankan Tuhan kita masing-masing, tanpa saling teriak maling apalagi saling membanting. lalu setelah itu, jangan lupa tetap menjadi manusia yang tidak sinting. yaaa saling sapa, saling menghargai, saling megasihi, tak mempertebal dinding justru saling mencintai dalam hening dan hidup harmonis dalam bising.

Senin, 19 Mei 2014

aku, kamu, kita, mereka dan Tuhan

Mungkin saja kau pernah
Kau berdiri tanpa suatu arti
Berusaha menyingkap cinta yang punah
Dalam kelam yang telah mati

Mungkin saja kau pernah
Duduk dan merenung dalam dimensi diri
Memvisualisasikan segala ilusi gundah
Teruntuk suatu harap yang kau gantung tinggi

Lalu kau akan bersujud
Berdoa berteman dengung malam
Kesunyian pembawa khusyuk mewujud
Penghasut harap lebih mendalam

Kau bercerita kepada Tuhan
Kau berkeluh kesah pada-Nya
Kau menyakinkan keyakinan
Kau "sementara" dekat pada-Nya

Kau menghambakan diri sehamba-hambanya
Kau menuhankan Tuhan seTuhan-Tuhannya
Kau merasa kecil kau merasa tiada daya upaya
Kau yang menjadi daun takdir terombang-ambing dunia

kau disini bisalah kamu atau mereka
kau disini bisalah aku atau kita
kamu, aku, kita, dan mereka adalah manusia
hakikat manusia tiada berbeda 

kita hanyalah sebuah ciptaan yang Kuasa
tiada berbeda akan hadap-Nya
tetapi Tuhan tiada menjadikan kita korban takdir semata
Tuhan kuasa merubahnya jika kita konsisten berusaha

Tiada harus kita merasa malu menghamba
karena semua yang berTuhan menghamba
dan Tuhan bukanlah sebatas konsepsi kekuasaan terbesar semata
Tuhan sebenar-benarnya kebenaran Maha mendengar, melihat, bijaksana, kuasa, dan segala-galanya