Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

aku kemarin, kamu hari ini dan esok

Bisa jadi aku embun bagi dirimu matahari
Aku hadir dalam sunyi
Lalu pergi
Sebelum kau menyadari

Bisa jadi aku matahari bagi dirimu pagi
Aku hadir setiap hari
Tak peduli kau menyadari
Atau tidak menyadari karena awan mendung menutupi

Bisa jadi aku pagi bagi dirimu siang
Aku hadir menyemangati
Entah iya atau tidak kau hidupi
Karena terkadang kau tertidur lagi 

Bisa jadi aku siang bagi dirimu sore
Aku hadir menghidupi
Entah kau mengetahui
Karena lebih sering kau sedang sibuk hidup sendiri

Bisa jadi aku sore bagi dirimu senja
Aku hadir mengajak pulang
Entah tak peduli akan dijawab bagaimana
Karena lebih sering kau tetiba hilang

Bisa jadi aku senja bagimu malam
Aku hadir menawarkan keindahan
Entah kamu menikmatinya atau enggan
Bagaimanapun akhirnya aku juga akan terbenam

Bisa jadi aku malam bagimu jiwa yang lelah
Aku hadri menawarkan istirahat dan tempat merebah
Entah kau lelah karena apa atau siapa
Karena lebih sering aku pun kau tinggal tidur pulas begitu saja

bisa jadi aku bukan siapa-siapa
bagi dirimu yang aku anggap tidak biasa
karena pada akhirnya aku selalu menjadi kemarinmu
disaat dirimu selalu aku jadikan hari ini dan esok bagiku 




Jumat, 11 November 2016

-WUDHU DAN SHALAT, ROMANSA DI BALIK PERIBADAHAN-



biarkan aku menjadi shubuh. meskipun banyak orang yang meninggalkannya tetapi mereka yang mendatanginya penuh kesungguhan dan perjuangan.
biarkan aku menjadi dhuhur. meskipun banyak orang yang melewatkannya tetapi mereka yang menyempatkannya penuh pengorbanan meski sibuk dirinya sedang memeluk erat.
biarkan aku menjadi ashar. meskipun banyak orang yang menyisihkannya tetapi mereka yang memenuhinya penuh kerelaan  disela-sela lelah yang membanting tubuhnya.
biarkan aku menjadi maghrib. meskipun banyak orang yang menenggelamkannya tetapi mereka yang menerbitkannya penuh semangat menghadap kepada Tuhannya.
biarkan aku menjadi isya. meskipun banyak orang yang melupakannya tetapi mereka yang mengingatnya penuh perhatian terhadap penghambaan.
dan lalu
biarkan aku menjadi sepertiga malam. meskipun banyak orang yang tidur disaatnya tetapi mereka yang menegakkan penuh kepasrahan kepada yang Kuasa dan keberserahan akan pintanya.

maka jadilah dirimu wahai kekasih sebagai wudhu, yang akan selalu menjadi awalan dariku dan membersamaiku hingga masing-masing akhir waktu. yang menjedakan kita hanya dunia, akhirat akan selalu membuat kita kembali bersama. khusyukku bukan untukmu tapi kamu bagian dari itu, membersamai menuju Ruang Tuhan yang sama

Kamis, 09 Januari 2014

"sebuah hubungan terletak diantara kata saling"

"sebuah hubungan terletak diantara kata saling"
Aku sematkan sebuah kalimat pendek tentang inti dari sebuah hubungan. Inti sebuah hubungan ada pada kata saling. Memulai, menjalani, dan mengakhiri suatu hubungan ada pada kata saling. Hakikat hubungan yang akan selalu dibutuhkan manusia sebagai makhluk sosial tak dapat dipungkiri.
Ini bukan saja tentang hubungan antara dua sejoli dalam ikatan yang katanya dinamakan “cinta”. Ini tentang hubungan antar manusia yang ada. Pertemanan, pernikahan, persahabatan, permusuhan, kemitraan bisnis, bahkan keluarga.
Memang hubungan itu terjebak dalam simbol-simbol kehidupan yang disematkan kebudayaan. Nama-nama suatu hubungan yang saya sebutkan diatas adalah contohnya. Adakah yang tau pasti batas antara hubungan-hubungan manusia yang ada. Bahkan standar masing-masing manusia dalam berhubungan saja telah berbeda.
Kembali pada topik kita diatas, bahwa "sebuah hubungan terletak diantara kata saling", apa maksudnya ini ? saya memperhatikan dalam fenomena keseharian saya bahwa memang inti dari suatu hubungan adalah kata saling. Coba kalian perhatikan awal mula kalian menjalin hubungan. Kita ambil contoh pertemanan, kalian mulai berteman ketika kalian SALING mengenal. Ketika hanya satu dari antara kalian saja yang kenal apakah itu akan membentuk suatu hubungan pertemanan? Dan lalu persahabatan pun terjalin ketika kalian berdua sudah SALING mengenal lebih jauh.
SALING mengerti
SALING percaya
SALING memahami
SALING kompromi
SALING memberi
SALING jujur
dan lain sebagainya. Ketika sebuah kata SALING diikuti kata kerja postif sudah menjadi suatu hal yang dilakukan dalam suatu hubungan maka hubungan akan aman, nyaman dan terkendali. Bahagia bukan hal yang tak akan mampir dalam kehidupan hubungan tersebut. Dalam menjalani, menjaga hubungan terutama, sikap SALING sangat dibutuhkan.
Mengapa kata SALING ini penting ? karena dalam berhubungan, ada dua atau lebih hati disana. Hati selalu memiliki perasaan bukan ? apabila hanya sebagian saja yang melakukan kepositifan maka tentu akan sakit rasanya. Ada banyak hubungan yang mana hanya pada sebagian saja yang berperan positif. Bukan berarti yang sebagian lainnya berperan negatif, tetapi dengan bersikap diam saja tak peduli juga akan menyakiti sang postif tadi, apalagi kalau berlaku negatif ?
Sebuah hubungan juga dapat berakhir dengan kata SALING, ketika kata SALING tersebut telah dikuti dengan kata kerja negatif maka dapat menyebabkan berakhirnya suatu hubungan. Pertemanan akan dapat berakhir ketika kalian sudah SALING tidak percaya, SALING membenci, SALING tak mau mengerti dan sebagainya.
Jadi, ber- SALING-lah kalian dalam kebaikan. Ingat dalam hubungan tidak hanya kamu yang memiliki hati, tidak hanya hidup dan waktumu yang terkorbankan. Dalam hubungan kamu tidak hanya bisa menjadi korban, kamu pun bisa menjadi tersangka. Jagalah hubungan kalian dengan seseorang, kau tak akan pernah tau akan bisa menemukan orang yang mau memperlakukan kamu semacam itu lagi atau tidak.