Jumat, 11 Juli 2014

Dalam Ujung Tangkup

Dalam ujung tangkup...
Kasih pantas kau terima
Puji pun boleh kau punya
Sekalah sejenak para pencerca

Dalam ujung tangkup...
Calon-calon penggantimu sedang berlaga
Berkoar-koar dan melebur dalam masa
Menggaet suara dan kepercayaan bangsa

Dalam ujung tangkup...
Kau yang masih berdiri disana
Kau yang masih berpeluh jasa
Tetapi sekarang kau hampir dilupa

Dalam ujung tangkup...
Mata berkantungmu jadi saksi mata
Keriputmu jadi bukti nyata
Bahwa lelah telah jadi kawan di setiap senja

Dalam ujung tangkup...
Teruntuk engkau yang pasti punya banyak jasa
Teruntuk engkau yang pasti pernah membawa perubahan nyata
Teruntuk engkau yang pasti susah tidur memikirkan bangsa

Dalam ujung tangkup...
Teruntuk engkau sang Indonesia dalam dasawarsa
Teruntuk engkau sang wali bangsa
Teruntuk engkau sang abdi negara

Dalam ujung tangkup...
Kami mohonkan maaf kepada engkau yang kami sasarkan
Sasarkan akan protes penuh kemarahan
Sasarkan akan hinaan kata yang menyakiti perasaan

Dalam ujung tangkup...
Aku sadari bahwa tugasmu tak mudah
Aku sadari bahwa rakyatmu mudah sekali gundah
Aku sadari bahwa mereka yang mencercamu tak kenal lelah

Dalam ujung tangkup...
Kurapatkan ujung-ujung jari kananku dipelipis mata
seraya berkata lantang dan sederhana
TERIMA KASIH BAPAK SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, our Presiden of Indonesia



catatan : aku bukan sang simpatisan yang buta membela dan memuja sosok tanpa cela, aku hanya seorang yang berusaha berterima kasih atas jasa, hanya mencoba menjadi manusia yang memanusiakan manusia.


Kamis, 19 Juni 2014

aku, dan rindu thdp teman-teman (keluarga)

akulah perantau dalam kota orang yang tentu jauh dari mereka penuntun tumbuh kembangku dulu #teman

jauh tntu tak dekat, tak terlihat dalam pasang mata, tak terpeluk oleh tangan yg terbuka, dan tak bisa disandar oleh kepala2 yg berat #teman

lalu rindu mulai menggebu, mengtuk pintu sbgai tamu kehidupan menjadi teman sepi yang semakin membuat sepi #teman

tapi tapi tapi, aku tak mengerti tiba2 mereka tersubjekkan sbg #teman datang. datan sbg pundak2 baru dan ladang2 senyum baru

jikalau kupanggil kau #teman tiada kira pikir kau datang.

bergulir waktu berjalan bersama kita yang sering jalan2 bersama hanya untuk skdar makan atau menghilangkan penat #teman


kami mati, dibunuh orientasi kehidupan masing2, dikubur oleh kesibukan masing2. kami dimatikan oleh kehidupan #teman


kami mnjadi zombie dlam mimpi2 nyata kami, seorang mayat hidup yang berjalan kedepan, mungkin terkesan bersama tapi sendiri sejatinya #teman

aku pun demikian, mungkin malah aku adalah yang terjauh dari kalian yg terkesan bersama #teman

dan dimalam ini rinduku tertampar realita dan menampar realita. mereka mencuat dalam ruang kosong yang saya sebut otak #teman

halo #teman apa kabar ? ayo main atau makan bareng lagi :)


tanda baca hidupku, hidupmu ?

Aku, terkomakan dari masa lalu yg membayang. Mencari titik dari akhir dari setiap bab kehidupan dan mencoba brpindah

Kamu, tertitik koma dari sebuah cerita masa lalu yg selalu bisa dibaca ulang. Dan stabilo stabilo kuning itu tetap menyala terang mmbantu

Dia, tertanda tanyakan oleh kekinian. Berlalu lalang dan mnjadi sebab dr jauh dekat. Pemberi alsan dan sekaligus penghilangan alasan

mereka, tertitik pada kotak infromasi yang terbatas fana. membunyi dan bergerak dalam batas pegetahuan, terkadang berbalut pada kemunafikan

kalian, tertandapetik dalam setiap kata dan tindak raga. berprosa dlm tawa dan cerita. aktif membawaku dari jalan lalu dan jalur searah

kita, terspasi dalam setiap ruang memori. berkala berubah thdp tekanan dan selalu teringat dalam ruang dimensi yg tertabrak tak sengaja

kami, tertutupkurungkan pada marjinalitas kebahagiaan. tak dapat dipahami kaum luar, sederhana dalam kompleksitas kehidupan. tak mengapa



Senin, 26 Mei 2014

jauh

aku sedang jauh
dari cinta yang begitu sejati adanya
tiada pencerah pada hati yang semakin jenuh
dan lalu semakin menjauh aku dari-Nya

semakin aku tiada sadar
semakin jauh ternyata
semakin terbiasa pula terasa
padahal ini tentang Dia

Dia selalu ada tanpa kita minta ada
Dia yang menjadi sebab akan adanya sesuatu yg ada
Dia yang maha bijaksana dalam segala ketidakbijaksanaan kita
Dia yang berbeda dari kita ciptaan-Nya

Kenapa terkadang ada rasa nyaman di dada ?
padahal kita sedang jauh dengan pencipta ?
apakah setan akan selalu kita persalahkan ?
benarkah ini bukan karena kita yang menjauhkan ?

aaaaaaaaaaaaah
aku terlalu sibuk bertanya mengapa
sementara waktu semakin habis mengkikis kisah
yang seharusnya aku menyegerakan untuk bertaubat saja


Senin, 19 Mei 2014

aku, kamu, kita, mereka dan Tuhan

Mungkin saja kau pernah
Kau berdiri tanpa suatu arti
Berusaha menyingkap cinta yang punah
Dalam kelam yang telah mati

Mungkin saja kau pernah
Duduk dan merenung dalam dimensi diri
Memvisualisasikan segala ilusi gundah
Teruntuk suatu harap yang kau gantung tinggi

Lalu kau akan bersujud
Berdoa berteman dengung malam
Kesunyian pembawa khusyuk mewujud
Penghasut harap lebih mendalam

Kau bercerita kepada Tuhan
Kau berkeluh kesah pada-Nya
Kau menyakinkan keyakinan
Kau "sementara" dekat pada-Nya

Kau menghambakan diri sehamba-hambanya
Kau menuhankan Tuhan seTuhan-Tuhannya
Kau merasa kecil kau merasa tiada daya upaya
Kau yang menjadi daun takdir terombang-ambing dunia

kau disini bisalah kamu atau mereka
kau disini bisalah aku atau kita
kamu, aku, kita, dan mereka adalah manusia
hakikat manusia tiada berbeda 

kita hanyalah sebuah ciptaan yang Kuasa
tiada berbeda akan hadap-Nya
tetapi Tuhan tiada menjadikan kita korban takdir semata
Tuhan kuasa merubahnya jika kita konsisten berusaha

Tiada harus kita merasa malu menghamba
karena semua yang berTuhan menghamba
dan Tuhan bukanlah sebatas konsepsi kekuasaan terbesar semata
Tuhan sebenar-benarnya kebenaran Maha mendengar, melihat, bijaksana, kuasa, dan segala-galanya

Rabu, 09 April 2014

harap dan harap : pemimpin dan rakyat

menjadi semu
menjadi kelabu
berpikir fana
berpikir aksa

bertindak purwa
bertindak apokrifa
berlari lalu
berlari kicu

kau yang begitu
semoga bukan wakilku
kau yang begitu
semoga bukan pemimpinku

selalu mengobarkan massa
selalu bervisi sempurna
semoga tak dipanggung saja
semoga tak dipemilu saja


kami titipkan suara
kami percayakan kuasa
kami yakin ada harap
kami yakin masih ada yang sigap

wahai kau rakyat
kita tak boleh hanya menghujat
ketika yang ada tak sesuai hasrat
ketika yang ada memiliki sirat

Indonesia punya kita bersama
membangunnnya adalah kewajiban kita semua
hujatan semata tak memberi arti
berpikir bersama lah untuk sebuah solusi

peduli adalah kunci
berbagi adalah bukti
untuk Indonesia kita berbakti
padamu negeri kita bersaksi





sumber KBBI :
aksa : ak·sa kl a jauh
apokrifa : apo·kri·fa n 1 yg diragukan keasliannya; tidak dapat dipercaya (tt asal usul naskah)
purwa : pur·wa 1 a mula-mula; permulaan; dahulu;
kicu : ki·cu n 1 tipu: kena --; 2 penipu;


Senin, 31 Maret 2014

lelah

lelah...
jika ku personifikasikan engkau
maka engkau adalah teman
maka engkau adalah kawan

kau selalu ada dalam alur progresifku
bahkan ada dalam stamina penuhku
kau selalu merangkulku
dan aku merangkulmu

kau selalu mengaitkan tanganmu pada bahuku
dalam setiap senja setelah kita beradu
kau selalu duduk bersamaku
dalam setiap hela nafas istirahatku

terjagaku nantinya hanya untuk menemuimu
dan kamu selalu setia menunggu
entah aku harus cinta padamu
atau harus membentuk rasa jemu

aku perlu kamu
tapi janganlah selalu datang padaku
bukannya aku membencimu
tetapi terkadang kamu menghambatku

wahai lelahku...
aku sedang terkejar waktu
aku sedang berfase sendu
aku sedang tak punya tempat mengadu

kehadiranmu aku perlu
untuk beberapa waktu
kehadiranmu arababu
terkadang menenangkanku



catatan :
arababu =  n alat musik jenis rebab yg terbuat dr bambu, wadah gemanya terbuat dr kayu atau tempurung